Simulations | Wawancara yang dilakukan tim Simulations adalah bentuk mencari informasi yang kredibel dan dapat dipercaya terkait dengan sejarah masuknya agama Islam di pulau Simeulue. Masuknya agama Islam di pulau Simeulue di mulai dari perjalanan Tgk. Khalilullah alias Tgk. Diujung (Syeik Leubeh Nalir alias Syeik Malik Hitam) yang ditugaskan oleh Sultan Iskandar Muda melalui seorang putri bernama Putri Melur yang telah lama di Kediaman Sultan Iskandar Muda konon Putri Melur adalah orang Simeulue asli yang diculi oleh para prajurit kerajaan pada masa kesultanan Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1513, atas perintah dari Kesultanan Aceh merebut dan menduduki beberapa pelabuhan di pantai barat Sumatera. Kapal dari Aceh juga sering menggerebek perairan Nias, khususnya di utara. Sampai hari ini masih ada beberapa pantai yang dikenal sebagai Pantai Aceh dan dikenang sebagai pantai-pantai di mana perampok mendarat dan menculik orang Nias untuk menggunakannya sebagai budak hal ini juga dilakukan di perairan kepulauan Simeulue, Mentawai, hingga Enggano.
Masuknya agama Islam berdasarkan hasil wawancara dengan Juar Sani mantan Kepala Desa Kuta Inang salah satu turunan dari Tgk. Khalilullah diketuhui masuknya agama Islam terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda atau pada tahun ke-7 pemerintahan Sultan Iskandar Muda Islam masuk ke pulau Simeulue yang disiarkan oleh seorang ulama bernama Tgk. Khalilullah berasal dari Ulakan Sumatera Barat bersama dengan istrinya bernama Putri Melur yang berasal dari Desa Borengan.
Lebih lanjut akan dibahas di Artikel masuknya agama Islam di pulau Simeulue.




0 Komentar