Sejarah Berdirinya Komunitas Simulations


Simeulue | 17 April 2023 | Simulations adalah singkatan dari Simoeloel Culture, Language, and Educations (Simulations). Atau jika diterjemahkan Simoeloel Kebudayaan, Bahasa, dan Pendidikan. Berdirinya komunitas ini diawali dengan berdirinya Organisasi Rumpun Simoeloel Bersatu (RSB). Rumpun Simoeloel Bersatu merencanakan banyak program salah satunya adalah program pengembangan kebudayaan dan penelitian tentang bahasa serta adat isitidat di wilayah Simoeloel. 

Program-program ini dipandang perlu didukung dengan aksi langsung yaitu turun ke lapangan untuk menganalisis keberadaan kebudayaan peninggalan kerajaan Simoeloel serta situs-situs sejarah yang ada dan ikut merawat kelestariannya. Karena jika program ini tidak didukung dengan aksi nyata maka wacana tersebut hanya jadi angan-angan yang tak kunjung terwujud. Oleh karena itu, atas kekhawatiran tersebut beberapa pemuda Simoeloel berpikir harus ada pemuda yang ikut andil dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Atas dasar itu, para pemuda yang sebelumnya belum berada di bawah naungan komunitas Simulations mulai sering diskusi untuk membahas kegiatan apa yang dapat dilakukan untuk mendukung program RSB tersebut. Hasil diskusi-diskusi kecil itu kemudian timbul satu gerakkan yang namanya Simulations atau singkatan dari Simoeloel Culture, Languange, and Educations (Simualations). Para penggas komunitas ini adalah para tokoh pemuda yang berdiam diri di wilayah Kecamatan Simeulue Cut mereka sejak mahasiswa sudah berada di organisasi yang sama yaitu Imapcut (Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Simeulue Cut) alumi Imapcut ini kemudian berkumpul kembali untuk membahas kegiatan bermanfaat lainnya. Adapun penggagas komunitas Simulations ini adalah sebagai berikut :
1. Hasanul Amri, S.Pd., Gr. 
2. Hasnul Hidayat, S.Pd.
3. Heris Sukeza, S.E.
4. Wendi Ardinata, S.H.
5. Deki Rifandi, S.Psi.
6. Nata Julmagfirah, S.T., dan 
7. Rifal Vauzi, S.E.

Ketujuh pemuda di atas kemudian sepakat untuk membentuk komunitas sebagai wadah baru mereka dalam melakukan kegiatan penelitian dan identifikasi sejarah yang ada di Simoeloel. Kegiatan ini sudah mulai diwacanakan dan diprogramkan. Ramadhan 1444 Hijriah atau 2023 adalah titik kumpul pertama yang dilakukan di warkop Engki Suak Baru pada malam Ramadhan ke-2 atau bertepatan dengan tanggal 07 April 2023. Ketujuh pemuda sepakat membetuk satu komunitas dan menjadi wadah mereka untuk menjalan aksi penelitian dan dengan target menghasilkan karya berupa buku dan hasil dokumentasi penelitian. Kemudian tidak selesai sampai di situ. Ketujuh pemuda tersebut berkumpul dan membahas program kegiatan yang akan segera dilaksanakan. 

Kegiatan itu menjadi titik awal dimulainya kegiatan penelitian di Simulations. Banyak program yang kemudian telah terlaksana dari hasil diskusi kecil tersebut. Kegiatan yang telah berhasil terwujud di antaranya adalah :
1. Dokumentasi Makam Tgk. Khalilullah alias Tgk. Diujung
2. Dokumentasi Makam Tgk. Arsalan
3. Dokumentasi Makam Tgk. Auduri
4. Dokumentasi Makam Raja Songsangbuluh
5. Dokumentasi Makam Putri Melur
6. Dokumentasi Makam Tgk. Bojou alias Jirat Tare
7. Dokumentasi Makam Tgk. Barati
8. Dokumentasi Kediaman Raja Songsangbuluh
9. Dokumentasi Kediaman Orang Tua Putri Melur
10. Dokumentasi Mesjid Pertama Di Simeulue "Balai Manyang"
11. Dokumentasi Peninggalan Tgk. Khalilullah (Soroban)
12. Dokumentasi Peninggalan Tgk. Khalilullah (Tombak)
13. Dok. Makalah Singkat Sejarah Masuknya Agama Islam di Simeulue (Ali Hasmi) 2008
14. Dok. Makalah Singkat Sejarah Masuknya Agama Islam di Simeulue (Salfiadis, dkk.) 2022
15. Dok. Peta Pulau Simeulue masa Kesultanan Iskandar Muda 
16. Dok. Nota Belanda yang Menceritakan Wilayah Simaloer
17. Dok. Tombok Silsilah, Putri Melur, Tgk. Khalilullah, Tgk. Barati, dan Songsangbuluh.
18. Dok. Mesjid Babul Khair sebelum proses perehaban.
19. Dok. Kamus Bahasa Simaloer oleh Belanda dan Jerman

Target kegiatan berikutnya:
1. Mempelajari Salinan Bunga Rampai Simeulue (Target)
2. Dok. Peninggalan Tgk. Khalilullah yaitu Mahar kepada Putri Melur
3. Dok. Peninggalan Tgk. Khalilullah yaitu Pedang Kuno
4. Dok. Peninggalan Tgk. Khalilullah yaitu Paludahan
5. Dok. Peninggalan Tgk. Khalilullah yaitu Cerek
6. Dok. Makam Panglima Marhabit
7. Dok. Makam Datuk Jombang
8. Dok. Makam Raja Teuku Raja Mahmud
9. Wawancara dengan Teuku Raja Hasbi Mahmud 
10. Wawancara dengan Asdar
11. Wawancara dengan Tuo Nek Si Tas
12. Wawancara dengan Ketua MAA Simeulue Cut, Simeulue Tengah, dan Teluk Dalam
13. Wawancara dengan Sutan Suhardin Pegiat Sejarah Kerajaan Teupah
14. Dok. Makam Tgk. Banurullah
15. Dok. Makam Tgk. Laboret
16. Dok. Peninggalan Sandi Salapan Salur
17. Dok. Pasar Desa Kuta Padang dari Jembatan dan Depan Mesjid Babul Khair

Kegiatan-kegiatan di atas dilaksanakan secara bertahap. Wacana dari hasil penelitian ini adalah menghasilkan sebuah buku yang kemudian menjadi rujukkan tentang proses masuknya Agama Islam di Simeulue dan menjadi referensi penelitian-penelitian kebudaayan Simeulue ke depan. Akhir kata tiada gading yang tak retak tiada kesempurnaan dalam kehidupan manusia biasa. Satu hal yang pasti setiap ada gerakkan pasti akan menghasilkan reformasi. Teringat semboyan pada masa kuliah dulu yaitu "Jika kita sudah sepakat dengan kebersamaan maka kesederhanaanpun bisa menjadi kesempurnaan."
 

0 Komentar