Duduk Bersama Hasbi Mahmud, Keturunan Teuku Raja Mahmud, Bahas Sejarah Simeulue dan Raja-Raja Simolol

Duduk Bersama dengan Keturunan Teuku Raja Mahmud Wedana Pertama Simeulue


Kuta Padang, 11 April 2025 — Sejarah dan budaya Simeulue kembali menjadi topik hangat dalam pertemuan santai namun penuh makna di Kedai Kopi Predi, Kuta Padang. Dalam suasana hangat pagi hari, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya duduk bersama Hasbi Mahmud, salah satu keturunan langsung dari Teuku Raja Mahmud — Wedana pertama di wilayah Simeulue pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Pertemuan ini menjadi momen langka yang mempertemukan narasi sejarah langsung dari garis keturunan bangsawan Simolol dengan para pegiat budaya, pemuda, dan peneliti lokal. Dalam bincang santai tersebut, Hasbi Mahmud membagikan kisah-kisah turun-temurun tentang peran Teuku Raja Mahmud dalam membangun tatanan pemerintahan adat dan menjaga stabilitas di Simeulue pada masa-masa awal interaksi dengan pemerintah kolonial.

“Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga penjaga adat, penengah konflik, dan pemersatu masyarakat Simolol,” ungkap Hasbi Mahmud sambil menyeruput kopi khas Simeulue.

Diskusi juga menyentuh sejarah raja-raja Simolol sebelum dan sesudah era Teuku Raja Mahmud, termasuk peran mereka dalam penyebaran Islam, diplomasi adat, serta pengelolaan sumber daya lokal secara tradisional.

Para peserta sangat antusias mendengarkan dan mencatat setiap detail, karena banyak di antaranya belum pernah ditulis secara formal. Beberapa rencana pun mulai dibicarakan untuk mendokumentasikan sejarah tersebut dalam bentuk buku, dokumenter, hingga bahan ajar lokal.

Acara ini menjadi awal dari rangkaian dialog budaya yang direncanakan oleh komunitas SimulAtion bersama tokoh-tokoh keturunan bangsawan dan tetua adat untuk menggali kembali narasi sejarah lokal Simeulue yang hampir terlupakan.




0 Komentar