Percetakan Pertama Kamus Bahasa Simolol, Langkah Bersejarah Lestarikan Bahasa Daerah Simeulue

Percetakkan Pertama Kamus Bahasa Simolol


Simeulue, 22 April 2025 – Upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah di Kabupaten Simeulue menoreh sejarah penting dengan dilaksanakannya percetakan perdana Kamus Bahasa Simolol, sebuah inisiatif pelestarian bahasa ibu yang disusun oleh Hasanul Amri, dkk. dan diterbitkan oleh Aceh Culture and Education.

Kamus ini memuat ribuan kosakata Bahasa Simolol yang disusun secara alfabetis, lengkap dengan padanan Bahasa Indonesia dan penjelasan konteks penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Penerbitan edisi pertama ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif tim penyusun bersama masyarakat, akademisi, dan tokoh budaya, yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan metode dokumentasi bahasa langsung dari penutur asli.

Menariknya, percetakan perdana Kamus Bahasa Simolol ini hanya dicetak sebanyak 20 eksemplar, dan seluruh pembiayaannya berasal dari sumbangan masyarakat Simolol yang tinggal di Simeulue, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian bahasa leluhur mereka.

“Bahasa Simolol adalah identitas dan kebanggaan kita. Meskipun jumlah cetaknya masih terbatas, ini adalah langkah awal yang sangat berarti dalam menjaga warisan budaya kita dari kepunahan,” ujar Hasanul Amri, penulis utama kamus tersebut.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue menyambut baik kehadiran kamus ini dan berkomitmen untuk mendukung penggunaannya sebagai bahan ajar muatan lokal di sekolah-sekolah, serta referensi bagi kegiatan budaya dan literasi bahasa daerah.

“Ini bukan hanya tentang kamus, tetapi tentang menjaga nyawa bahasa yang hidup dalam masyarakat. Kami akan upayakan agar kamus ini bisa diperbanyak dan dimanfaatkan secara luas di dunia pendidikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Simeulue.

Kamus ini direncanakan untuk didistribusikan secara terbatas ke sekolah-sekolah, perpustakaan daerah, dan komunitas budaya di Simeulue sebagai bagian dari gerakan awal revitalisasi Bahasa Simolol.

Dengan terbitnya kamus ini, masyarakat berharap akan tumbuh kembali semangat belajar dan menggunakan Bahasa Simolol, terutama di kalangan generasi muda yang kini hidup di era globalisasi dan modernisasi.










0 Komentar