Simeulue Tengah, 8 April 2025 – Upaya pelestarian budaya terus dilakukan oleh Simeulue Culture, Language, and Education (Simulation) dengan melakukan kunjungan silaturahmi dan wawancara budaya ke Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Simeulue Tengah, yang juga menjabat sebagai Imam Mukim Laure’e, guna mendalami adat istiadat pernikahan dalam tradisi masyarakat Simolol.
Kunjungan yang berlangsung di kediaman beliau ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya, tata cara adat, dan struktur sosial yang melekat dalam prosesi pernikahan adat Simolol—mulai dari tahap lamaran, mas kawin (seumee), hingga upacara adat pasca-pernikahan.
Ketua MAA Simeulue Tengah menjelaskan secara rinci tentang proses adat yang dijalani dalam setiap tahapan pernikahan. Ia menyampaikan bahwa dalam tradisi Simolol, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua individu, tetapi juga penyatuan dua keluarga besar yang dihormati secara adat.
“Ada nilai-nilai luhur dalam setiap prosesnya. Mulai dari ‘meureunong’ (penjajakan), ‘peusijuk’ (tepung tawar), hingga ‘beumeukawen’ (akad nikah). Semua itu dijalankan bukan hanya karena tradisi, tapi karena mengandung doa, restu, dan tanggung jawab sosial,” ungkap beliau.
Sebagai Imam Mukim Laure’e, beliau juga menekankan pentingnya integrasi nilai adat dengan nilai keislaman dalam praktik pernikahan, sehingga masyarakat tetap berada dalam koridor syariat namun tidak kehilangan identitas lokal.
Tim SCLE menyambut baik informasi dan pengetahuan yang diberikan. Seluruh hasil wawancara dan dokumentasi akan dijadikan bahan penting dalam penyusunan arsip budaya Simolol, serta untuk pengembangan modul pendidikan adat dan bahasa lokal.
“Kami ingin agar adat pernikahan seperti ini tidak hanya diketahui oleh generasi tua, tapi juga bisa menjadi bagian dari pembelajaran bagi anak-anak kita di sekolah maupun masyarakat luas,” ujar salah satu anggota tim SCLE.
Kunjungan ini menjadi bagian dari serangkaian penelitian lapangan SCLE dalam memetakan dan mengarsipkan budaya Simolol yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Simeulue. Kerja sama dengan para tokoh adat seperti Ketua MAA Simeulue Tengah menjadi pondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
0 Komentar