Tim Simulation Lakukan Kunjungan Budaya ke Ketua Mukim Bano dan Tokoh Masyarakat Maudil


Simeulue, 8 April 2025 – Sebagai bagian dari program pelestarian budaya dan bahasa Simolol, tim dari Simeulue Culture, Language, and Education (Simulation) kembali melakukan kunjungan lapangan, kali ini ke Ketua Mukim Bano dan perwakilan tokoh masyarakat Maudil, guna berdialog dan mendalami nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam suasana penuh kekeluargaan, disambut langsung oleh Ketua Mukim Bano di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, tim Simulation menggali informasi seputar sistem mukim, peran adat dalam kehidupan masyarakat, serta transformasi nilai-nilai tradisional dalam menghadapi modernisasi.

Ketua Mukim Bano menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan nilai adat yang diwariskan oleh leluhur. Ia menekankan bahwa adat bukan hanya simbol, tetapi juga fondasi kehidupan sosial yang membentuk karakter dan keharmonisan masyarakat.

“Mukim adalah pengayom masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai musyawarah, keadilan, dan tanggung jawab bersama yang harus terus kita rawat,” ujar beliau.

Kunjungan dilanjutkan dengan dialog bersama Maudil, salah satu tokoh masyarakat berpengaruh di wilayah tersebut. Dalam pertemuan ini, perwakilan Maudil berbagi pandangan mengenai dinamika adat Simolol, termasuk tantangan generasi muda dalam memahami akar budaya mereka.

Tim Simulation menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan semangat kolaboratif dari para tokoh adat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka membangun basis data budaya lokal, sebagai pondasi untuk pelestarian bahasa Simolol dan penguatan identitas masyarakat Simeulue.

“Kami berharap sinergi antara lembaga budaya dan tokoh masyarakat seperti ini terus berlanjut. Karena pelestarian budaya tidak bisa berdiri sendiri, ia harus melibatkan semua pihak,” ungkap salah satu anggota tim Simulation.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kunjungan Simulation ke berbagai wilayah adat di Kabupaten Simeulue. Hasil dari kunjungan ini akan didokumentasikan dan menjadi bahan dalam program pendidikan budaya, riset, serta publikasi bahasa dan adat Simolol.


0 Komentar