Komunitas Rumpun Simolol dan Melalui Program Mukim Bano Gelar Latihan Nandong di Desa Bubuhan


Komunitas Rumpun Simolol dan Melalui Program Mukim Bano Gelar Latihan Nandong di Desa Bubuhan

Simeulue, 7 Mei 2025 – Komunitas Rumpun Simolol melalui program Mukim Bano bersama tokoh masyarakat Desa Bubuhan menggelar latihan nandong di Balai Desa Bubuhan pada Senin malam (6/5). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni tradisi nandong yang merupakan warisan budaya Simeulue.

Latihan nandong tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pemuda, tokoh adat, hingga para seniman lokal. Nandong sendiri merupakan seni bertutur yang biasanya dinyanyikan secara berkelompok dengan iringan ritme yang khas. Tradisi ini memuat nilai sejarah, pesan moral, serta kisah kehidupan masyarakat Simeulue.

Ketua Komunitas Rumpun Simolol, Aliansyah, menyatakan bahwa latihan nandong ini merupakan upaya menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. "Kami ingin generasi muda lebih memahami dan mencintai tradisi daerahnya sendiri. Melalui program Mukim Bano, kami mengajak masyarakat untuk aktif melestarikan seni nandong," ujar Aliansyah.

Tokoh masyarakat Desa Bubuhan, Haji Mulyadi, turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia berharap kegiatan latihan nandong dapat menjadi agenda rutin di desa. "Nandong bukan sekadar hiburan, tapi juga medium untuk merawat identitas dan kebersamaan warga. Kami bangga dan mendukung penuh kegiatan ini," ungkapnya.

Selama latihan, peserta diajarkan teknik dasar nandong, termasuk pengaturan vokal dan penghayatan cerita yang disampaikan. Para sesepuh turut memberikan bimbingan mengenai makna lirik nandong yang mengandung nasihat hidup dan petuah kearifan lokal.

Acara ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Beberapa warga berharap agar latihan nandong tidak hanya dilakukan sekali, melainkan menjadi bagian dari program pembinaan seni dan budaya secara berkelanjutan.

Dengan adanya latihan nandong ini, Komunitas Rumpun Simolol berharap dapat terus memupuk rasa cinta generasi muda terhadap budaya Simeulue, sehingga tradisi nandong tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.


 

0 Komentar