Simolol | Upaya pelestarian bahasa daerah terus digalakkan di Kabupaten Simeulue. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program Pembinaan dan Pelestarian Bahasa Simolol di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal sekaligus mencegah kepunahan bahasa Simolol yang menjadi warisan leluhur masyarakat Simeulue.
Kegiatan ini melibatkan guru bahasa, budayawan lokal, serta tokoh masyarakat Simolol sebagai pemateri. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kosakata dasar, struktur bahasa, cerita rakyat, hingga praktik berbicara dan menulis dalam Bahasa Simolol. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, yang dikemas secara interaktif dan kontekstual sesuai kehidupan mereka sehari-hari.
"Bahasa adalah jantung dari kebudayaan. Jika kita kehilangan bahasa, maka kita kehilangan sebagian besar identitas kita," ujar salah satu narasumber, Jufligon, S.E., tokoh adat dan pemerhati budaya Simolol. Ia juga menambahkan pentingnya pelibatan generasi muda sebagai penjaga utama keberlanjutan bahasa daerah.
Program ini merupakan kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, serta komunitas kebudayaan seperti Simeulue Culture, Language, and Education (Simulation) dan paguyuban Rumpun Simolol Bersatu (RSB) yang selama ini aktif dalam advokasi pelestarian bahasa Simolol.
Kepala sekolah salah satu SMA peserta kegiatan menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan pembinaan Bahasa Simolol sebagai program rutin tahunan dan bagian dari kurikulum muatan lokal.
Diharapkan melalui kegiatan ini, generasi muda Simeulue semakin mencintai dan bangga menggunakan bahasa daerahnya, serta turut berperan aktif menjaga keberlangsungan Bahasa Simolol agar tidak punah di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.











0 Komentar