Rumpun Simolol Bersatu Gelar FGD Pelestarian dan Pembinaan Serta Validasi Sekaligus Identifikasi Kosakata Bahasa Simolol

Simeulue Tengah – Dalam upaya menjaga kelestarian bahasa daerah, Rumpun Simolol Bersatu (RSB) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sosialisasi Validasi Kosakata Bahasa Simolol dan Identifikasi Kosakata Terancam Punah” pada Sabtu, 29 Juni 2025, bertempat di Aula Ruang Kepala Sekolah SMPN 1 Simeulue Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dari tiga kecamatan, yakni Teluk Dalam, Simeulue Tengah, dan Simeulue Cut. Mereka terdiri dari tokoh adat, pemerhati budaya, pendidik, serta perwakilan generasi muda yang peduli terhadap pelestarian bahasa Simolol.

FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penulisan dan penggunaan kosakata Bahasa Simolol yang telah didokumentasikan, sekaligus mengidentifikasi kosakata yang sudah jarang digunakan dan berpotensi punah. Para peserta secara aktif terlibat dalam diskusi kelompok untuk menyampaikan usulan, koreksi, serta memberikan masukan berdasarkan dialek dan konteks kedaerahan masing-masing.

Ketua Rumpun Simolol Bersatu, Asludin, SE., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja pelestarian bahasa Simolol secara berkelanjutan. “Bahasa merupakan identitas budaya. Jika kita tidak menyelamatkannya, maka kita akan kehilangan jejak sejarah dan jati diri kita sebagai masyarakat Simolol,” ungkapnya.

Melalui FGD ini, diharapkan akan lahir data kosakata yang lebih terverifikasi secara komunitas, serta terpetakan pula kosakata-kosakata yang tergolong langka atau hampir tidak lagi digunakan oleh generasi muda.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat namun akrab, dengan sesi presentasi hasil diskusi dari masing-masing kelompok, serta direncanakan akan dilanjutkan dengan kegiatan lanjutan berupa pendalaman dialek dan publikasi kosakata prioritas dalam bentuk digital maupun cetak.

Kegiatan ini sekaligus menandai komitmen kuat dari masyarakat Simolol untuk mempertahankan warisan budaya melalui bahasa ibu, dengan harapan agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.














 

0 Komentar