![]() |
| Simolol-Simeulue |
Dalam kunjungan tersebut, para peneliti didampingi oleh Salfiadis, seorang sejarawan Simeulue yang telah lama mengkaji budaya dan sejarah lokal. Penelitian ini berfokus pada jejak peninggalan tsunami dan situs-situs sejarah Kerajaan Simolol Sifoede yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan tradisi lisan tentang smong.
Istilah smong sendiri berasal dari kata smongen, yang dalam bahasa Simolol menggambarkan kondisi seseorang yang merasa mual dan ingin memuntahkan sesuatu. Fenomena smong mulai dikenal luas di kalangan masyarakat Simeulue sejak peristiwa tsunami besar yang terjadi pada tahun 1863 dan mengguncang wilayah pesisir pulau ini.
Melalui penelitian ini, tim dari UNSAM berharap dapat memperkaya khazanah pengetahuan mengenai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal yang telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa, termasuk saat bencana tsunami besar pada tahun 2004.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan bahasa Simolol, sekaligus memperkuat literasi sejarah masyarakat pesisir di wilayah barat Indonesia yang rawan terhadap bencana alam.






0 Komentar