Gelar Lomba Bercerita Bahasa Simolol untuk Anak Sekolah Dasar Kerja Sama Simulations dan RSB

 

Flyer Lomba

Momentum Bulan Bahasa dan Bulan Pahlawan untuk Melestarikan Bahasa Simolol

SIMEULUE — Para pegiat literasi Simolol yang tergabung dalam Simeulue Culture, Language, and Education (SIMULATIONS) bekerja sama dengan Rumpun Simolol Bersatu (RSB) menggelar Lomba Bercerita dalam Bahasa Simolol bagi siswa jenjang Sekolah Dasar di tiga kecamatan, yakni Simeulue Tengah, Simeulue Cut, dan Teluk Dalam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata pelestarian bahasa Simolol (Simaloer) sebagai bahasa tertua yang digunakan masyarakat Simeulue sejak masa Kerajaan Simolol serta untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu mereka. Melalui lomba ini, anak-anak diajak untuk berani tampil, berkreasi, dan bangga menggunakan bahasa Simolol dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Simeulue Culture, Language, and Education, Hasanul Amri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat identitas budaya lokal melalui jalur pendidikan dan literasi. “Bahasa Simolol adalah jati diri kita sebagai orang Simeulue. Melalui kegiatan bercerita ini, kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai bahasa mereka sendiri, agar bahasa Simolol tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Momentum kegiatan ini bertepatan dengan Bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Bulan November sebagai Bulan Pahlawan, yang dimaknai oleh para pegiat sebagai waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan dalam menjaga bahasa dan budaya daerah. Menurut Salfiadis, selaku ketua panitia pelaksana melestarikan bahasa ibu juga merupakan bentuk perjuangan kebudayaan yang tidak kalah penting dibandingkan perjuangan fisik di masa lalu.

Adapun sumber dana kegiatan ini murni berasal dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, yang disalurkan berdasarkan usulan proposal perorangan. Ketua komunitas Simulations Hasanul Amri menyampaikan organisasi Simulations yang selama ini fokus pada dokumentasi pembuatan kamus, penyusunan kaidah kebahasan, penyusunan analisis kosa kata, penelitian adat istiadat, dan revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Simeulue dengan melakukan inventarisasi di berbagai wilayah Simeulue.

Melalui kolaborasi antara penyusunan dan RSB, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan dalam mendorong pelestarian bahasa dan budaya Simolol, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter dan kebanggaan generasi muda terhadap identitas daerah mereka.

0 Komentar