![]() |
| Santri dan Dewan Guru Dayah Tgk. Arsalan |
Simeulue Cut — Program baru Pemerintah Kecamatan Simeulue Cut berupa pendirian Pesantren Tengku Arsalan resmi mulai berjalan dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Pesantren yang berlokasi di kompleks Makam Tengku Diujung ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, alim ulama, dan berbagai elemen masyarakat setempat.
Kegiatan belajar mengajar telah berlangsung dengan lancar. Sejak dibuka pendaftarannya, jumlah santri telah mencapai 97 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan agama yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Ketua Pesantren, Rizal, menyampaikan bahwa meskipun fasilitas yang tersedia masih terbatas, semangat para santri dan pengajar tidak kalah luar biasa. Kegiatan belajar dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Salah satu tenaga pengajar, Tgk. Faizin, menuturkan bahwa keberadaan pesantren ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Simeulue Cut untuk memperkuat pendidikan agama anak-anak di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, walau dengan segala keterbatasan, semangat belajar para santri sangat tinggi. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan pesantren ini,” ujar Tgk. Faizin.
Pihak pesantren juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk berdonasi dan berpartisipasi dalam pengembangan pesantren, baik dalam bentuk bantuan fasilitas, sarana belajar, maupun dukungan lainnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pesantren Tengku Arsalan diharapkan dapat tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam yang mandiri dan berdaya guna, membawa keberkahan bagi masyarakat Simeulue Cut dan sekitarnya.

0 Komentar